Viral tagar #CuekinBuzzer di media sosial, termasuk streamer game Windah Basudara. Konten yang menggunakan tagar ini mengajak masyarakat untuk tidak memberikan interaksi terhadap konten buzer di media sosial. Melalui akun Instagram, Windah Basudara mengunggah konten berjudul "#cuekinbuzzer Belajar dari Brasil". Ia membagikan sejumlah cara menghadapi buzer agar konten mereka tidak viral media sosial. Windah Basudara membagikan panduan berjudul ‘Boleh atau Jangan?’ yang berisi sembilan tindakan yang perlu diperhatikan warganet ketika menemukan konten buzer, yakni: 1. Mengabaikan konten buzer dengan cara membiarkannya atau menggulirkan layar untuk beralih konten, tanpa memberikan interaksi. Algoritma akan membaca konten yang dilewati tanpa interaksi sebagai konten yang tidak relevan bagi pengguna. Dengan demikian, warganet tidak perlu membalas, memberikan tanda suka, atau melakukan tindakan lain terhadap unggahan yang dianggap sebagai konten buzer. 2. Blokir akun buzer untuk mengurangi distribusi konten 3. Jangan screenshot konten buzer, lalu mengunggahnya di akun sendiri. Pengguna lain yang melihat tangkapan layar ini bisa mencari akun asli buzer untuk melihat kontennya. Tindakan ini justru berpotensi memberikan tambahan engagement kepada akun buzer. 4. Jangan melakukan report asal-asalan. Fitur report sebaiknya digunakan untuk akun yang benar-benar melanggar aturan platform media sosial. 5. Jangan berkomentar sebelum memblokir akun, karena tetap tercatat sebagai engagement . Dalam unggahan Windah Basudara itu, disebutkan bahwa sebagian akun buzer diduga merupakan bot , sehingga tidak akan terpengaruh oleh komentar atau kritik yang diberikan warganet. 6. Jangan membalas komentar lalu menghapusnya. Sebab, engagement sudah terlanjur tercatat ketika pengguna memberikan komentar. 7. Jangan berdebat di kolom komentar akun buzer, sekalipun menggunakan akun palsu. Sebab, balasan tetap dihitung sebagai engagement . 8. Jangan membagikan tautan konten buzer ke grup, karena anggota lainnya berpotensi mengeklik. Dengan begitu, traffic kunjungan dan engagement terhadap unggahan itu justru meningkat. 9. Jangan memberikan tanda suka ( like ), menyimpan konten ( save) , mengikuti akun ( follow ), maupun mengutip unggahan melalui fitur quote . Sebab, seluruh tindakan ini tetap dihitung sebagai bentuk engagement . Selain mengajak masyarakat mengabaikan konten buzer, Windah Basudara mendorong warganet meningkatkan engagement terhadap konten yang dinilai berpihak kepada kepentingan masyarakat. “Contohnya konten mengenai situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampaknya terhadap alam dan masyarakat, serta informasi mengenai efek kebijakan yang buruk,” demikian isi unggahan Windah Basudara. Warganet dapat memberikan tanda suka, berkomentar, membagikan konten, menonton video sampai selesai, melakukan repost, hingga mengirimkan tautan ke grup percakapan. Windah Basudara juga menyarankan masyarakat membangun jejaring, membuat grup, dan menyepakati unggahan mengenai isu tertentu untuk saling mendukung engagement. Dengan demikian, terdapat dua prinsip utama dalam gerakan #CuekinBuzzer yang diunggah Windah Basudara, yakni menghentikan engagement terhadap konten buzer dan meningkatkan engagement terhadap konten tandingan yang menyuarakan kepentingan masyarakat. Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id Dapatkan pengalaman membaca lebih nyaman dan nikmati fitur menarik lainnya lewat aplikasi mobile Katadata.
También lo cubren: KATADATA.CO.ID (Indonesia).
Ver más en News Today